Euro 4 Berlaku Tahun Ini, Kemenperin Sudah Bicara Soal Euro 6

Kendaraan roda empat untuk semua jenis mesin kini sudah harus memenuhi standar Euro 4. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut dari sini lalu berpindah ke Euro 6 dapat dicapai dengan mudah. “Dari Euro 4 ini menuju Euro 6 sebenarnya lebih mudah. Yang susah itu dari Euro 2 ke Euro 4,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier saat ditemui pekan ini.

Taufiek menjelaskan dengan metode mesin Euro 4 yang ada saat ini, spesifikasinya sudah bisa masuk ke Euro 6. Tinggal senyawa yang dihasilkan dari kendaraan bisa memenuhi ambang batas yang ditentukan. Pada saat yang sama, pemerintah meminta agar PT Pertamina (Persero) juga menyiapkan bahan bakar dengan standar Euro 6. Karena itu, tambah Taufiek, ekosistemnya harus dibangun karena pasar internasional sudah mensyaratkan standar Euro 6. “Karena kalau kita tidak bergerak ke situ, produk kita tidak bakal bisa berkompetisi sehingga tertinggal. Oleh karena itu, kita masuk ke jam yang lebih tinggi lagi dan inline dengan hal tersebut,” jelasnya. Pada April lalu, pemerintah telah memberlakukan kebijakan bahwa seluruh kendaraan roda empat ke atas baik bermesin bensin dan diesel harus memenuhi standar Emisi Euro 4. Regulasi itu tertera pada Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/ 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O yang ditandatangani pada Maret 2017. Ketentuan Euro 4 sebenarnya telah berlaku untuk mobil mesin bensin pada 7 Oktober 2018. Sementara untuk kendaraan mesin diesel direncanakan 7 April 2021. Akan tetapi harus ditunda dan mulai dilaksanakan 12 April tahun ini.




Artikel ini Bersumber dari Bisnis.com : https://otomotif.bisnis.com/read/20220610/275/1542124/euro-4-berlaku-tahun-ini-kemenperin-sudah-bicara-soal-euro-6
Editor : Amanda Kusumawardhani

Lainnya

Ekspor Komponen Otomotif Meningkat

Ekspor komponen otomotif nasional terus tumbuh positif beberapa waktu terakhir. Koperasi Industri Komponen Otomotif (KIKO) mencatat, dari Januari sampai Juli 2012, ekspor suku cadang kendaraan mencapa..... selengkapnya

Mobil Listrik Bisa Menghemat Energi Hingga 80 Persen

Mobil listrik dinilai mampu menghemat energi hingga 80 persen dibandingkan mobil konvensional yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM). Ini merupakan salah satu hasil studi dan riset yang didorong ol..... selengkapnya

Harga Mobil Listrik Belum Ideal Dari Segi Ekonomi

Pemerintah tengah menggalakan transisi penggunaan kendaraan listrik untuk menangani perubahan iklim dan penurunan emisi di sektor transportasi. Namun sayang, harga masih menjadi kendala besar dalam tr..... selengkapnya

Pemanfaatan Gas untuk industri hampir 30%

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat serapan untuk domestik hingga Juli 2022 mencapai 3.716BBTUD atau 68,66%. Angka ini terus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. “Produksi gas ..... selengkapnya

Harga Minyak Dunia Melesat 3% di Oktober 2022

Harga minyak mentah Indonesia melaju di tengah ekspektasi penurunan besar dalam produksi dari OPEC+. Kenaikan tersebut, jika terus berlanjut tentunya akan mempengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) k..... selengkapnya

Sistem Transaksi Tol Non Tunai Nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF)

Pada akhir tahun ini, para pengguna jalan tol tidak akan direpotkan lagi jika bayar tol, pasalnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menerapakn sistem transaksi Tol Non Tunai ..... selengkapnya

Mobil Listrik dan ICE Berjalan Beriringan

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan kendaraan bermotor dengan teknologi pembakaran dalam (internal combustion engine/iCE) alias mobil konvensional masih akan tetap diproduksi di Indonesi..... selengkapnya

Krisis Chip Semikonduktor

Dunia dihadapkan pada kelangkaan chip semikonduktor. Apa yang dimaksud chip semikonduktor? Dilansir dari situs resmi Astra Honda, chip semikonduktor merupakan bahan utama untuk membuat Integrated Cir..... selengkapnya

Revolusi Industri 4.0 Optimalkan Potensi Indonesia di Sektor Manufaktur

Akselerasi revolusi industri 4.0 yang dicanangkan melalui Peta Jalan Making Indonesia 4.0 terus berjalan. Sektor manufaktur didorong bertransformasi menggunakan teknologi digital di seluruh rantai nil..... selengkapnya